Mei 8, 2026
Beranda » GESTUR MULIA KAPOLSEK DENTETELADAS: TERNYATA HATI LEBIH BERGERAK DARI JANJI, SIAP SUMBANG BATU UNTUK JALAN HASAN BULAN

GESTUR MULIA KAPOLSEK DENTETELADAS: TERNYATA HATI LEBIH BERGERAK DARI JANJI, SIAP SUMBANG BATU UNTUK JALAN HASAN BULAN

0
IMG-20260508-WA0019

TULANGBAWANG, teraktual.co.id — Kepolisian Sektor Denteteladas kembali menunjukkan sisi kemanusiaan dan kepedulian yang luar biasa bukan hanya dalam hal keamanan, tetapi juga menyentuh persoalan dasar kenyamanan rakyat. Kapolsek Denteteladas, Ipda Nurkholik, S.H., mengaku sangat tersentuh hatinya saat melihat langsung kondisi memprihatinkan Jalan Hasan Bulan, yang berada di wilayah Desa Pasiranjaya, Kecamatan Denteteladas, Kabupaten Tulangbawang, Lampung.

Jalan sepanjang kurang lebih 12 kilometer yang dikenal masyarakat luas dengan sebutan “Jalan Kobangan Babi” ini kondisinya rusak parah, penuh lumpur, berlubang, dan becek, terutama saat hujan turun. Kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun namun belum ada perbaikan berarti baik dari pemerintah daerah maupun provinsi.

Saat ditemui tim redaksi pada Jumat, 8 Mei 2026, pukul 16.03 WIB, Ipda Nurkholik dengan nada tulus menceritakan apa yang ia rasakan saat meninjau lokasi tersebut.

“Saya benar-benar tersentuh hatinya melihat kondisi jalan yang becek dan berlumpur seperti itu. Jalan ini sangat penting, khususnya bagi anak-anak sekolah yang harus melewatinya setiap hari untuk menuju tempat belajar. Kalau jalannya rusak begini, bagaimana mereka bisa nyaman dan aman menuntut ilmu? Rezeki itu tidak bakal kemana-mana, kalau kita berniat baik membantu rakyat, pasti ada jalannya,” ucap Ipda Nurkholik dengan tegas dan penuh haru.

Gerak cepat dan langkah nyata langsung ditunjukkan oleh perwira polisi ini. Ia tidak hanya sekadar bersimpati, tetapi sudah bertekad bulat untuk mengambil langkah konkret. Ipda Nurkholik menyampaikan bahwa dirinya akan turun langsung berkoordinasi dan menghubungi berbagai pihak terkait guna mencari solusi terbaik bagi kerusakan jalan yang sudah menjadi keluhan utama warga ini.

Lebih dari itu, Ipda Nurkholik berjanji akan menyumbangkan material berupa batu dalam jumlah yang tidak sedikit, yang seluruhnya dibeli menggunakan uang pribadinya sendiri. Ia berharap langkah ini bisa menjadi pemicu semangat bagi warga.

“Rencana saya akan sumbangkan batu yang jumlahnya tidak terhitung sedikit, murni dari uang pribadi. Namun ingat, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, masyarakat pun harus ikut serta. Saya mengajak warga harus berswasembada, bergotong royong, bahu-membahu memperbaiki jalan ini setidaknya untuk sementara waktu agar bisa dilewati,” tegasnya.

Menurut pandangannya, gotong royong adalah kekuatan besar bangsa ini. Dengan bahan dari sumbangan dan tenaga dari warga, jalan yang rusak parah ini perlahan bisa kembali bisa difungsikan dengan lebih layak.

Secara terpisah, tokoh masyarakat sekaligus perwakilan warga Pasiranjaya, Bapak Sugianto yang akrab disapa Pak Ribut, juga menyampaikan pandangan dan usulan strategisnya. Saat ditemui di kediamannya, Pak Sugianto mengungkapkan bahwa rencana perbaikan besar-besaran baru akan ada pada tahun anggaran 2027 mendatang, dengan estimasi anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp 2,2 Miliar.

Namun, warga tidak bisa menunggu sampai tahun depan dalam kondisi yang serba sulit seperti sekarang. Oleh karena itu, saat pertemuan dengan Wakil Bupati Tulangbawang di Desa Pendowo Asri beberapa waktu lalu, Pak Sugianto telah menyampaikan usulan resmi dari masyarakat.

“Sambil kita menunggu dana pemerintah turun sekitar 2,2 miliar itu di tahun 2027, saya mengusulkan agar warga Pasiranjaya melakukan perbaikan jalan darurat secara swadaya dan bergotong royong. Jalan ini sudah bertahun-tahun tidak tersentuh, bukan oleh Pemkab maupun Pemprov. Kita tidak bisa diam saja, jalannya rusak, anak-anak susah sekolah, ekonomi terhambat,” jelas Pak Sugianto.

Ia berharap, dengan perbaikan darurat ini, setidaknya kondisi jalan “kobangan babi” tersebut bisa sedikit lebih baik, tidak terlalu becek, dan aman dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat hingga perbaikan permanen dilaksanakan nanti.

Penyampaian pendapat dan usulan dari perwakilan warga Pasiranjaya tersebut mendapatkan dukungan penuh dari Bapak Jupri, Lurah Desa Pendowo Asri. Pak Jupri menilai apa yang disampaikan oleh Pak Sugianto adalah aspirasi yang sangat wajar, mendesak, dan harus didengar oleh semua pihak, termasuk pemerintah maupun aparat keamanan.

“Saya sangat mendukung penuh apa yang disampaikan oleh perwakilan warga Pasiranjaya. Kondisi jalan memang sudah tidak bisa ditoleransi lagi. Langkah Kapolsek yang peduli dan usulan warga untuk bergotong royong adalah jalan tengah terbaik saat ini. Semoga ini menjadi langkah awal perubahan besar bagi infrastruktur di wilayah Denteteladas,” ungkap Pak Jupri.

Kisah kepedulian Ipda Nurkholik dan semangat warga yang disuarakan Pak Sugianto menjadi bukti nyata bahwa perubahan tidak selalu harus menunggu instruksi dari atas atau anggaran besar. Di tengah keluhan bahwa pembangunan lambat, muncul inisiatif dari aparat dan warga yang menyadari bahwa nasib daerah ada di tangan warganya sendiri.

Kini, harapan warga Desa Pasiranjaya tertumpu pada dua hal: kelanjutan niat mulia Kapolsek Denteteladas yang siap menyumbang material, serta semangat gotong royong warga untuk menambal lubang-lubang besar tersebut.

Semoga niat baik ini menjadi berkah, jalan segera diperbaiki, dan anak-anak sekolah serta warga pencari nafkah bisa bernapas lega melewati Jalan Hasan Bulan yang selama ini menyiksa.

(Arfan Kabarnegri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *