Buruh Michelin Tolak Rencana PHK, Polisi Lakukan Pengamanan Humanis
Kabupaten Bekasi, teraktual.co.id – Aparat kepolisian menggelar apel kesiapan dalam rangka pengamanan kegiatan konsolidasi buruh di PT Multistrada Arah Sarana Tbk (Michelin) yang berlokasi di Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, pada Rabu (6/5/2026) pagi.
Sebanyak 20 personel gabungan diterjunkan dalam pengamanan tersebut. Mereka terdiri dari jajaran Polsek Cikarang Timur, Satuan Intelkam Polres Metro Bekasi, serta petugas keamanan internal perusahaan. Kehadiran aparat bertujuan memastikan kegiatan penyampaian aspirasi buruh berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Kegiatan konsolidasi ini merupakan bagian dari agenda internal serikat buruh yang menyuarakan penolakan terhadap rencana kebijakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh pihak manajemen perusahaan.
Apel kesiapan dipimpin langsung oleh Kanit Samapta Polsek Cikarang Timur, AKP Dedih S. Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya pendekatan humanis dan persuasif dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
“Seluruh personel diharapkan mengedepankan sikap profesional, tidak terpancing situasi, serta tetap mengutamakan komunikasi yang baik dengan para peserta aksi,” ujarnya.
Selain itu, AKP Dedih juga menginstruksikan agar seluruh anggota bertindak sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP) serta berada dalam kendali komando Kepala Pengamanan Objek (Ka Pam Obvit) selama kegiatan berlangsung.
Pengamanan difokuskan di kawasan Jalan Urip Sumoharjo KM 49, yang menjadi lokasi utama kegiatan konsolidasi buruh. Petugas juga melakukan pemantauan situasi secara intensif guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Hingga kegiatan berlangsung, situasi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali. Para buruh menyampaikan aspirasi secara tertib tanpa adanya tindakan anarkis maupun gangguan berarti.
Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan pengamanan yang optimal dalam setiap kegiatan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan penyampaian pendapat di muka umum, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip demokrasi dan hak asasi manusia.
