HASIL MUSYAWARAH WARGA PASIRAN JAYA: SUSUN KERANGKA DAN TIM, SIAPKAN PERBAIKAN JALAN SWADAYA SAMBIL TUNGGU DANA PEMERINTAH
TULANG BAWANG, teraktual.co.id — Pada Sabtu, 9 Mei 2026, pukul 14.00 hingga 16.08 WIB, digelar musyawarah penting warga Kampung Pasiran Jaya, Kecamatan Denteteladas, Kabupaten Tulang Bawang. Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan pemangku kepentingan wilayah, di antaranya Sugeng Waluyo (Masyarakat Blok Pasar Pasiran Jaya), Tanzilah (BPK Hasan Bulan 1), Legiman (Kadus Hasan Bulan 3), Ribut (Hasan Bulan), Haji Naryo (Operator Kampung), Kepala Kampung Pasiran Jaya Haji Sunoko S.T, Andre (Kaur Pasiran Jaya), serta Sudir (BPK Hasan Bulan 2 dan 3).
Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan awal yang sangat strategis dan menjadi langkah awal menuju perubahan nyata bagi infrastruktur wilayah tersebut. Secara khusus, forum ini membahas persiapan penyusunan kerangka utama yang nantinya akan dibahas lebih luas dan diputuskan dalam rapat besar resmi di Balai Kampung. Fokus utamanya adalah rencana perbaikan Jalan Poros Pasiran Jaya – Hasan Bulan, sebuah jalur strategis berstatus jalan kabupaten yang kondisinya kini sangat memprihatinkan, rusak parah, dan sudah bertahun-tahun menjadi keluhan utama warga.
Menjelaskan hasil pertemuan tersebut, salah satu perwakilan warga, Pak Ribut, menyampaikan secara rinci poin-poin penting yang telah disepakati sebagai bahan dasar untuk pertemuan tingkat lanjut.
“Hasil musyawarah tadi itu adalah kita masih membahas masalah kerangka rapat yang akan dirapatkan nanti di Balai Kampung. Nah yang di situ kurang lebihnya yaitu tadi membuat kerangka terkait masalah: yang pertama pembentukan Tim, yang ke-2 perumusan swadaya, yang ke-3 besaran swadaya. Nah itu yang tadi dirapatkan, nah di situ dihadiri Bapak Wakil Masyarakat,” ungkap Pak Ribut.
Dari pembahasan tersebut, ditetapkan tiga hal pokok yang menjadi isi kerangka rapat:
- Pembentukan Tim Pelaksana
Warga sepakat bahwa untuk menangani pekerjaan perbaikan jalan sepanjang 12 kilometer ini, diperlukan struktur organisasi yang jelas, rapi, dan bertanggung jawab. Tim ini nantinya akan menjadi garda terdepan dengan tugas menyusun jadwal kerja, membagi tugas antarwarga, mengawasi jalannya pekerjaan, hingga mengelola segala kebutuhan operasional dan material. Keberadaan tim yang solid dianggap sangat krusial agar kegiatan kerja bakti dan swadaya berjalan terarah, tidak kacau, dan selesai tepat waktu sesuai target. - Perumusan Konsep Swadaya
Poin kedua membahas konsep, pola pelaksanaan, dan bentuk kegiatan gotong royong yang akan diterapkan. Di sini dirumuskan mekanisme kerja sama antarwarga, hal-hal apa saja yang harus disiapkan bersama, serta pembagian tanggung jawab agar semua pihak merasa terlibat dan memiliki rasa kepemilikan terhadap hasil akhir perbaikan nanti. Perumusan ini disusun untuk menjaga semangat kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat desa, sekaligus memastikan kegiatan berjalan efektif dan efisien. - Penetapan Besaran Swadaya
Poin ketiga mencakup pembahasan mendalam mengenai besaran kontribusi atau partisipasi yang akan diserahkan atau dilaksanakan oleh setiap warga. Kontribusi ini bisa berupa tenaga, pemikiran, maupun bantuan materiil atau bahan bangunan. Besaran ini nantinya akan disepakati bersama agar terasa adil, tidak memberatkan satu pihak saja, namun cukup memadai untuk menunjang kelancaran perbaikan jalan darurat tersebut.
Ketiga poin ini disusun secara matang agar nanti saat rapat di Balai Kampung digelar, seluruh warga yang hadir sudah memiliki acuan yang jelas, sehingga pengambilan keputusan dapat berjalan cepat, tepat, dan disetujui oleh semua elemen masyarakat tanpa hambatan berarti.
Lebih jauh, Pak Ribut kembali menegaskan tujuan besar di balik seluruh persiapan musyawarah ini. Jalan yang menjadi sasaran utama perbaikan adalah Jalan Poros Pasiran Jaya – Hasan Bulan, yang secara status administrasi masuk dalam kategori jalan kabupaten. Artinya, tanggung jawab pemeliharaan dan pembangunan jangka panjang sepenuhnya berada di bawah wewenang dan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang.
“Dan tujuan utama daripada rapat ini adalah pembuatan kerangka rapat yang kan digelar di Balai Kampung nanti itu untuk eh perbaikan jalan mana bang? Eh untuk rapat perbaikan jalan Pasiran Jaya Hasan Bulan, jalan poros Pasiran Jaya Hasan Bulan yang status jalan itu adalah jalan kabupaten,” tegasnya kembali memperjelas lokasi dan status jalan tersebut.
Meski tanggung jawab utama ada di pemerintah, namun kondisi jalan tersebut kini sudah dinilai sangat mendesak. Jalan yang dikenal warga dengan sebutan “Jalan Kobangan Babi” ini kondisinya rusak parah, berlubang-lubang dalam, becek, dan sangat sulit dilewati, terutama saat musim hujan. Karena kondisi yang sudah di ambang batas tersebut, masyarakat memutuskan tidak bisa lagi hanya berdiam diri menunggu birokrasi berjalan.
“Sembari kita menunggu alokasi dana Pemerintah Kabupaten yang Insya Allah akan dilokasikan ke wilayah kami. Nah mengingat kondisi jalan itu sangat rusak, jadi kami masyarakat berinisiatif untuk berswadaya melakukan perbaikan jalan itu secara swadaya,” tambahnya dengan penuh harap.
Inisiatif besar ini muncul karena kesadaran kolektif warga bahwa mereka sangat membutuhkan jalan yang layak sekarang juga, dan tidak bisa menunggu proses administrasi serta pencairan anggaran pemerintah yang memerlukan waktu cukup lama. Seperti yang diketahui publik, rencana anggaran besar senilai sekitar Rp 2,2 Miliar untuk perbaikan permanen baru akan tersedia dan direalisasikan pada tahun anggaran 2027 mendatang.
Namun, penderitaan warga setiap hari saat melewati jalan yang rusak tersebut sudah tidak bisa ditoleransi lagi. Kerusakan kendaraan, risiko kecelakaan, keterlambatan anak sekolah, hingga terhambatnya distribusi hasil bumi warga ke pasar menjadi alasan kuat mengapa langkah swadaya ini harus segera dilakukan.
“Nantinya untuk kebaikan kita bersama agar akses kita itu bisa lebih lancar, anak sekolah bisa lebih lancar dan sembari menunggu alokasi dana pemerintah tersebut,” ucapnya menuturkan alasan utama dibalik semangat gotong royong ini.
Artinya, perbaikan yang dilakukan secara swadaya ini sifatnya adalah perbaikan darurat atau pembenahan sementara. Tujuannya agar kondisi jalan sedikit membaik, tidak terlalu berlumpur, bisa dilewati kendaraan dengan aman, dan memudahkan aktivitas warga sehari-hari, khususnya bagi para pelajar yang setiap hari harus menempuh perjalanan tersebut. Langkah ini juga diharapkan dapat mengurangi risiko longsor dan amblesan tanah di pinggir jalan, sekaligus melebarkan badan jalan agar lebih aman dilalui kendaraan yang berpapasan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti kedewasaan dan kepedulian warga Pasiran Jaya. Mereka tetap menghormati proses pemerintahan dan menunggu janji perbaikan besar dari pemerintah kabupaten, namun tidak menyerah begitu saja pada kondisi yang ada saat ini. Dengan kekuatan sendiri, bersatu, bergotong royong, dan saling bantu, mereka bertekad memulihkan akses vital tersebut demi kebaikan bersama.
Kini, kerangka rapat sudah tersusun rapi. Langkah selanjutnya yang akan dilakukan adalah mengundang seluruh elemen warga ke Balai Kampung, menyepakati isi kerangka tersebut secara resmi, membentuk tim pelaksana, dan segera turun ke lapangan bekerja.
Harapan besar digantungkan pada langkah awal ini: semoga semangat warga ini menjadi berkah, jalan segera membaik, dan kelak saat dana pemerintah turun untuk pembangunan permanen, jalan poros Pasiran Jaya – Hasan Bulan dapat berubah total menjadi jalan yang mulus, kokoh, dan membanggakan bagi seluruh masyarakat Tulang Bawang.
