September 27, 2026
Beranda » Anak-anak di Wilayah 3T Tulang Bawang Menanti Realisasi Program MBG

Anak-anak di Wilayah 3T Tulang Bawang Menanti Realisasi Program MBG

0
IMG-20260927-WA0037

Teraktual.co.id|| Tulang Bawang- Jalan tanah merah yang berlumpur saat hujan, sinyal internet yang timbul tenggelam, dan jarak tempuh berjam-jam menuju pusat kecamatan menjadi potret keseharian warga Desa Nibung, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang. Wilayah ini termasuk kategori 3T – Tertinggal, Terdepan, dan Terluar.

Di tengah keterbatasan itu, puluhan siswa sekolah dasar harus berjalan kaki menyusuri jalan berlumpur menuju sekolah dengan bekal seadanya. Tak jarang, mereka belajar dalam kondisi perut kosong.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digencarkan pemerintah pusat menjadi harapan besar bagi mereka. Namun hingga Sabtu (27/09/2026), program tersebut belum menyentuh sekolah-sekolah di desa tersebut.

Kepala Desa Nibung, Bakhori Muslim, S.Pd, mengungkapkan kondisi anak-anak di desanya cukup memprihatinkan.

“Kondisi anak-anak kami di sini sangat memprihatinkan, Pak. Banyak orang tua yang berangkat ke kebun sejak subuh, jadi anak berangkat sekolah hanya minum air putih. Konsentrasi belajar jelas terganggu,” ujarnya saat ditemui di kantor desa, Sabtu.

Ia menyebut angka kehadiran siswa sempat menurun, terutama saat musim hujan ketika akses jalan semakin sulit dan pasokan bahan pangan terbatas.

Bakhori berharap pemerintah kabupaten dan pusat memprioritaskan wilayah 3T seperti desanya untuk percepatan realisasi MBG.

“Kami tidak minta yang mewah. Kami hanya ingin anak-anak kami bisa merasakan apa yang dirasakan anak-anak di kota, bisa makan bergizi di sekolah. Itu akan sangat membantu tumbuh kembang mereka dan meringankan beban orang tua. Kami di desa siap mendukung, menyiapkan dapur, relawan, dan tempat jika program ini datang,” tegasnya.

Harapan serupa disampaikan Sepdian, siswa kelas 5 SD Negeri 1 Nibung.

“Pingin kayak di TV itu, makan sama-sama di sekolah. Jadi ndak lapar lagi pas pelajaran,” ucapnya polos.

Sementara itu, pemilik salah satu dapur MBG di Tulang Bawang yang hingga kini belum beroperasi, Zahyak, menyatakan kesiapannya mendukung distribusi MBG hingga ke pelosok, termasuk Desa Nibung.

“Kami memiliki komitmen dan kesiapan untuk mendukung penyaluran MBG hingga ke wilayah yang selama ini belum terjangkau. Dapur kami memang belum aktif beroperasi, tetapi kami siap apabila diberikan kesempatan dan penugasan untuk melayani anak-anak di Desa Nibung dan sekitarnya,” ungkap Zahyak.

Menurutnya, keterbatasan akses dan kondisi geografis tidak seharusnya menjadi penghalang bagi anak-anak di daerah 3T untuk mendapatkan hak yang sama atas makanan bergizi.

“Kami memahami tantangan distribusi di wilayah tersebut tidak mudah, namun bagi kami, jarak dan kondisi jalan bukan alasan untuk membiarkan anak-anak kehilangan kesempatan mendapatkan makanan bergizi,” pungkasnya.

Warga berharap pemerataan program MBG tidak hanya berhenti di perkotaan, tetapi benar-benar menjangkau hingga pelosok negeri, di mana seporsi makanan bergizi masih menjadi sebuah kemewahan.

Anak-anak di Wilayah 3T Tulang Bawang Menanti Realisasi Program MBG

TULANG BAWANG, Kabarnegri.id – Jalan tanah merah yang berlumpur saat hujan, sinyal internet yang timbul tenggelam, dan jarak tempuh berjam-jam menuju pusat kecamatan menjadi potret keseharian warga Desa Nibung, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang. Wilayah ini termasuk kategori 3T – Tertinggal, Terdepan, dan Terluar.

Di tengah keterbatasan itu, puluhan siswa sekolah dasar harus berjalan kaki menyusuri jalan berlumpur menuju sekolah dengan bekal seadanya. Tak jarang, mereka belajar dalam kondisi perut kosong.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digencarkan pemerintah pusat menjadi harapan besar bagi mereka. Namun hingga Sabtu (27/09/2026), program tersebut belum menyentuh sekolah-sekolah di desa tersebut.

Kepala Desa Nibung, Bakhori Muslim, S.Pd, mengungkapkan kondisi anak-anak di desanya cukup memprihatinkan.

“Kondisi anak-anak kami di sini sangat memprihatinkan, Pak. Banyak orang tua yang berangkat ke kebun sejak subuh, jadi anak berangkat sekolah hanya minum air putih. Konsentrasi belajar jelas terganggu,” ujarnya saat ditemui di kantor desa, Sabtu.

Ia menyebut angka kehadiran siswa sempat menurun, terutama saat musim hujan ketika akses jalan semakin sulit dan pasokan bahan pangan terbatas.

Bakhori berharap pemerintah kabupaten dan pusat memprioritaskan wilayah 3T seperti desanya untuk percepatan realisasi MBG.

“Kami tidak minta yang mewah. Kami hanya ingin anak-anak kami bisa merasakan apa yang dirasakan anak-anak di kota, bisa makan bergizi di sekolah. Itu akan sangat membantu tumbuh kembang mereka dan meringankan beban orang tua. Kami di desa siap mendukung, menyiapkan dapur, relawan, dan tempat jika program ini datang,” tegasnya.

Harapan serupa disampaikan Sepdian, siswa kelas 5 SD Negeri 1 Nibung.

“Pingin kayak di TV itu, makan sama-sama di sekolah. Jadi ndak lapar lagi pas pelajaran,” ucapnya polos.

Sementara itu, pemilik salah satu dapur MBG di Tulang Bawang yang hingga kini belum beroperasi, Zahyak, menyatakan kesiapannya mendukung distribusi MBG hingga ke pelosok, termasuk Desa Nibung.

“Kami memiliki komitmen dan kesiapan untuk mendukung penyaluran MBG hingga ke wilayah yang selama ini belum terjangkau. Dapur kami memang belum aktif beroperasi, tetapi kami siap apabila diberikan kesempatan dan penugasan untuk melayani anak-anak di Desa Nibung dan sekitarnya,” ungkap Zahyak.

Menurutnya, keterbatasan akses dan kondisi geografis tidak seharusnya menjadi penghalang bagi anak-anak di daerah 3T untuk mendapatkan hak yang sama atas makanan bergizi.

“Kami memahami tantangan distribusi di wilayah tersebut tidak mudah, namun bagi kami, jarak dan kondisi jalan bukan alasan untuk membiarkan anak-anak kehilangan kesempatan mendapatkan makanan bergizi,” pungkasnya.

Warga berharap pemerataan program MBG tidak hanya berhenti di perkotaan, tetapi benar-benar menjangkau hingga pelosok negeri, di mana seporsi makanan bergizi masih menjadi sebuah kemewahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *