Juli 6, 2026
Beranda » JANJI 3.000 KUBIK BATU SPLIT HANYA MANIS DI MULUT: JALAN 12 KM DESA PASIRANJAYA TERBENGKALAI, WARGA DIBUAT BINGUNG DAN KECEWA

JANJI 3.000 KUBIK BATU SPLIT HANYA MANIS DI MULUT: JALAN 12 KM DESA PASIRANJAYA TERBENGKALAI, WARGA DIBUAT BINGUNG DAN KECEWA

0
IMG-20260706-WA0031

Teraktual.co.id || Tuang Bawang – Janji manis yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Tulangbawang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk menyalurkan bantuan sebanyak 3.000 kubik batu split guna memperbaiki jalan rusak sepanjang 12 kilometer di wilayah Desa Pasiranjaya, ternyata hingga kini masih sekadar ucapan yang tak terwujud. Hingga hari Senin, 6 Juli 2026, belum ada kejelasan pasti kapan material yang dijanjikan itu benar-benar akan dikirimkan ke lokasi.

Padahal, di saat kondisi jalan tersebut rusak parah, sulit dilalui, dan menjadi sorotan luas serta viral di media sosial, pemerintah bergegas memberikan janji untuk segera turun tangan mengatasinya.

Berbagai alasan yang dikemukakan pihak berwenang pun terdengar berbelit dan tak memuaskan warga. Disebutkan bahwa pasokan material sulit didapat karena antrean pengiriman yang sangat panjang, sementara pengiriman yang tersedia justru didahulukan dialirkan ke wilayah Rawa Pitu bersamaan dengan pelaksanaan proyek jalan provinsi di sana. Pihak dinas bahkan seolah bersembunyi di balik alasan birokrasi serta aturan administrasi yang rumit dan berbelit-belit, seolah kebutuhan mendesak warga Desa Pasiranjaya bisa ditunda sesuka hati tanpa memikirkan dampaknya bagi kehidupan sehari-hari.

Yang paling menyakitkan hati warga adalah sikap pejabat saat ditanya. Ketika salah satu warga berani bertanya langsung kepada Wakil Bupati mengenai nasib perbaikan jalan di kawasan Hasan Bulan, jawaban yang diterima justru melempar tanggung jawab kembali kepada masyarakat. “Coba tanyakan langsung kepada Bupati atau telepon saja,” begitu jawaban yang terlontar tanpa solusi nyata.

Jawaban yang pasif, menghindar, dan tak mau bertanggung jawab ini semakin memanaskan hati warga yang sudah lama menanti kepastian. Janji yang diucapkan dengan lantang di depan publik kini berubah menjadi bola liar yang tak ada satu pun pihak yang mau memungut dan menyelesaikannya. Warga pun akhirnya bertanya dengan penuh keprihatinan: sampai kapan kami harus terus berjalan dan beraktivitas di jalan yang rusak dan menyusahkan ini, sementara janji pemerintah tergantung melayang di awan tanpa kepastian?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *