Rapat DPR Panas! Pengembang Diusir Usai Akses Musala Tak Kunjung Dibuka
Jakarta, teraktual.co id – Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, meminta perwakilan Direksi PT Hasana Damai Putra (HDP) meninggalkan ruang rapat dalam forum Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU). Langkah itu diambil saat pembahasan tindak lanjut polemik penutupan akses musala di kawasan Perumahan Vasana dan Neo Vasana, Bekasi.
Sebelumnya, pihak pengembang disebut belum membuka akses menuju Musala Ar Rahman yang berada di luar area perumahan. Kondisi tersebut membuat warga harus mengambil jalur memutar untuk dapat beribadah.
Padahal, dalam RDPU terdahulu telah disepakati agar akses menuju musala tersebut dibuka. Namun hingga rapat lanjutan digelar, keputusan itu belum juga direalisasikan oleh pengembang.
Dalam forum itu, Habiburokhman mempertanyakan komitmen pengembang terhadap hasil rapat sebelumnya. Perwakilan perusahaan berdalih masih terdapat penolakan dari sebagian warga Cluster Vasana terkait pembukaan tembok akses ke musala.
Situasi rapat sempat memanas ketika Habiburokhman meminta jawaban yang fokus dan sesuai pertanyaan. Pihak pengembang meminta agar penjelasannya tidak dipotong, yang kemudian memicu ketegangan. Karena dinilai tidak mengikuti tata tertib persidangan, perwakilan pengembang akhirnya diminta keluar dari ruang rapat.
“Saya memimpin rapat ini dan mengatur jalannya persidangan. Tolong jawab sesuai dengan yang ditanyakan, jangan melebar dari pokok persoalan,” tegas Habiburokhman.
