Pererat Silaturahmi, Komunitas Historika Bekasi Gelar Buka Bersama dan Diskusi Sejarah.
Kabupaten bekasi, teraktual.co.id – Mengisi keberkahan bulan suci Ramadhan, Komunitas Historika Bekasi (KHB) menyelenggarakan acara buka puasa bersama sekaligus diskusi sejarah pada hari ini di Gedung Juang Tambun, Sabtu (28/02). Bertempat di salah satu cagar budaya di pusat Kota Bekasi, acara ini menjadi ajang konsolidasi bagi para pemerhati sejarah untuk memperkuat simpul silaturahmi.
Kegiatan bertajuk “Ramadhan Bersejarah” ini tidak hanya sekadar makan bersama, tetapi juga diisi dengan sesi Gelar Wawasan Sejarah. Para anggota diajak membedah arsip-arsip lama mengenai peran pejuang lokal Bekasi dalam mempertahankan kemerdekaan, guna memastikan estafet pengetahuan sejarah tetap terjaga.

Semangat Menjaga Akar Budaya
Ketua KHB, Agah Handoko, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang bertujuan menyatukan berbagai elemen pecinta sejarah di Bekasi, mulai dari akademisi hingga kolektor benda kuno.
“Buka bersama ini adalah momentum bagi kami untuk saling ‘cas’ semangat. Bekasi punya narasi sejarah yang luar biasa besar, dan melalui ajang silaturahmi seperti inilah ide-ide pelestarian sejarah seringkali lahir,” ujar Agah di sela-sela acara.

Ia menambahkan bahwa KHB berkomitmen untuk terus menjadikan sejarah Bekasi sebagai identitas yang membanggakan bagi generasi muda, agar tidak tercerabut dari akar budayanya di tengah gempuran modernisasi.
Kolaborasi dengan Keluarga Pejuang
Hadir pula dalam acara tersebut, Wawan Joag selaku Ketua Ikatan Keluarga Pejuang Bekasi (IKPB). Kehadirannya mempertegas sinergi antara peneliti sejarah dan ahli waris para pelaku sejarah di Bekasi.
Wawan Joag memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi KHB dalam menggali sisi-sisi humanis dari para pejuang Bekasi yang mungkin belum tercatat di buku sejarah formal.
“Kami dari IKPB sangat mendukung langkah KHB. Sejarah bukan sekadar angka tahun, tapi tentang nilai perjuangan. Dengan gelar wawasan seperti ini, kita memastikan bahwa pengorbanan para leluhur Bekasi tetap hidup dalam ingatan kolektif warga,” tutur Wawan.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk para pahlawan Bekasi dan diskusi santai mengenai rencana pemetaan situs-situs sejarah yang terancam hilang. Semangat kolaborasi antara KHB dan IKPB diharapkan mampu mendorong pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan pelestarian aset sejarah di “Kota Patriot” ini. (Nik)
