Jelang Nataru 2025, Minyakita Alami Kelangkaan di Sejumlah Kabupaten dan Kota Jawa Barat
Teraktual.co.id – Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025-2026 beberapa kebutuhan pokok di Jawa Barat mengalami ketidak-stabilan harga. Salah satunya yang terjadi saat ini yaitu Minyakita yang terpantau di sejumlah daerah sudah mengalami kelangkaan.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat pun mengakui jika saat ini terjadi kelangkaan dan kenaikan harga minyak milik pemerintah tersebut.
Adapun kelangkaan dan kenaikan harga minyak kita terjadi karena beberapa faktor seperti tingginya minat dan permintaan masyarakat terutama menjelang Nataru 2026 dan permintaan besar dari program bantuan pangan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat, Nining Yuliastian mengatakan, rataan harga miyak kita di Jawa Barat selama Desember 2025 berada dikisaran Rp16.952-17.017 per liter, relatif stabil meski di atas harga eceran tertinggi (HET) dan masih lebih rendah dari rataan nasional sebesar Rp.17.387 per liter.
“Sebanyak 25 Kabupaten/Kota, kecuali Kabupaten Bandung dan Kota Bekasi, harga meningkat di atas HET, dan tertinggi di Kabupaten Subang mencapai Rp18 ribu per liter. Hal ini tidak hanya terjadi di Jawa Barat tapi juga secara nasional. Dari 492 kabupaten/kota amatan, 409 kabupaten/kota harganya di atas HET,” ujar Nining, dikutip Sabtu (20/12/2025).
Sementara pasokannya, kata Nining, berdasarkan data Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (Simirah) Kemendag, pada November terdapat 23.870 ton di mana 2.354 ton telah diterima pengecer. Sementara pada Desember menunjukkan penurunan pasokan menjadi 13.635 ton, menurun sekitar 40 persen dan yang diterima pengecer baru 204 ton.
