Februari 10, 2026
Beranda » Fenomena Squall Line dan Cuaca Ekstrem Sambut Tahun Baru di Jabodetabek

Fenomena Squall Line dan Cuaca Ekstrem Sambut Tahun Baru di Jabodetabek

0
IMG-20251231-WA0005

JAKARTA, teraktual.co.id — Wilayah Jabodetabek diprediksi menghadapi cuaca ekstrem menjelang dan saat pergantian Tahun Baru 2025 ke 2026, seiring dengan puncak musim hujan yang masih berlangsung di akhir Desember hingga awal Januari. Kondisi atmosfer yang tidak stabil diperkirakan dapat memicu fenomena squall line — deretan awan badai yang bergerak cepat dan berpotensi menimbulkan hujan lebat disertai angin kencang — khususnya memasuki periode Nataru.

Menurut prakiraan BMKG, periode Natal hingga Tahun Baru kali ini terjadi bersamaan dengan puncak musim hujan di Jabodetabek dan sebagian besar Indonesia. Massa udara basah dari Monsun Asia diperkirakan memperkuat potensi pembentukan squall line di berbagai wilayah pantai dan pesisir, termasuk Samudra Hindia yang dapat memengaruhi sistem cuaca di Jawa dan sekitarnya.

Fenomena squall line sendiri merupakan garis awan badai yang sering kali membawa hujan intens, kilat, dan angin kencang dalam durasi singkat namun berdampak signifikan. Squall line dapat terbentuk dari pertemuan massa udara basah dan perbedaan tekanan yang tajam di lapisan atmosfer, serta dipengaruhi oleh dinamika regional menjelang musim puncak hujan.

📌 Potensi Dampak di Jabodetabek
Sejumlah prakiraan cuaca menunjukkan kemungkinan hujan lebat hingga sangat lebat di area Jabodetabek pada tanggal 30–31 Desember 2025, yang bisa disertai angin kencang. Dampaknya berpotensi menyebabkan genangan lokal, gangguan transportasi publik, hingga pohon tumbang di beberapa titik kota besar jika sistem badai itu benar-benar bergerak ke arah pesisir utara Jawa.

📍 Imbauan BMKG dan Pihak Terkait
BMKG bersama instansi terkait mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca secara tiba-tiba selama masa liburan Nataru. Warga diimbau memantau informasi cuaca terkini lewat kanal resmi BMKG, terutama jika merencanakan kegiatan luar ruang seperti berkendara, wisata, atau perayaan pergantian tahun.

Selain itu, sejumlah daerah di Banten dan wilayah penyangga juga diperkirakan akan mengalami hujan lebat hingga sangat lebat saat malam Tahun Baru, yang membuat kewaspadaan terhadap potensi kejadian squall line dan sistem badai lainnya semakin penting.

Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa informasi cuaca dimaksudkan untuk membantu masyarakat merencanakan aktivitas dengan aman dan tidak menghalangi perayaan tahun baru selama tetap memperhatikan risiko cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *