Februari 11, 2026
Beranda » Mantan Kadinkes dr Maxi Berikan Bantuan Kemanusiaan Kepada Yati Hayati, Warga Binong yang Menderita Saraf Kejepit

Mantan Kadinkes dr Maxi Berikan Bantuan Kemanusiaan Kepada Yati Hayati, Warga Binong yang Menderita Saraf Kejepit

0
IMG-20251230-WA0009

Subang, teraktual.co.id – Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr Maxi, S.H., M.HKes, menghabiskan hari Selasa (30/12/2025) dengan melakukan tindakan kepedulian yang penuh makna. Ia datang langsung ke rumah Yati Hayati (45), warga Desa Binong, Kecamatan Binong, Kabupaten Subang, untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada sang ibu rumah tangga yang sedang mengalami kesulitan akibat penyakit serius.

Bantuan yang diberikan dr Maxi bukan hanya sekadar barang atau uang, melainkan juga bentuk perhatian dan harapan bagi Yati yang telah bertahun-tahun berjuang melawan penyakit saraf kejepit pada tulang belakang. Akibat penyakit ini, kehidupannya yang semula normal berubah total – kini, Yati hanya bisa terbaring di atas kasur sepanjang hari dan mengalami kesulitan berjalan bahkan untuk melakukan aktivitas sehari-hari yang paling sederhana.

Dalam wawancara yang singkat saat memberikan bantuan, dr Maxi menjelaskan bahwa ia mendapatkan informasi mengenai kondisi Yati melalui berbagai sumber yang menghimpun data tentang warga yang membutuhkan bantuan medis di Kabupaten Subang. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, Yati telah mengalami gangguan kesehatan ini selama kurang lebih satu tahun, dan kondisi tersebut semakin memburuk seiring waktu. “Ibu Yati mengalami gangguan pada tulang belakang akibat saraf kejepit, sehingga mengalami kesulitan untuk berjalan,” ungkap dr Maxi yang juga dikenal luas sebagai pemilik Apotek Happy Healthy Farma dan Klinik Happy Healthy di daerah Subang.

Dr Maxi menambahkan, saraf kejepit yang diderita Yati bukan hanya menyebabkan kesulitan berjalan, tetapi juga membuat pergerakan tubuhnya menjadi sangat terbatas. Bahkan, aktivitas sehari-hari seperti bangkit dari kasur, mandi, atau makan pun harus dibantu oleh keluarga terdekat. Kondisi ini tidak hanya membebani fisik Yati, tetapi juga menimbulkan beban emosional dan finansial bagi keluarga.

Menurut dr Maxi, Yati sebelumnya sempat menjalani pengobatan di Rumah Sakit Pamanukan Medical Center (PMC). Pada awalnya, pengobatan tersebut menunjukkan tanda-tanda perbaikan, tetapi keterbatasan fisik yang semakin parah membuat proses pengobatan tidak dapat dilanjutkan secara optimal. “Sayangnya, karena kondisi tubuh yang semakin lemah dan sulit bergerak, Ibu Yati kesulitan datang ke rumah sakit secara teratur. Hal ini membuat pengobatan terhenti dan kondisi kesehatannya tidak membaik,” jelas dr Maxi.

Meskipun kondisi Yati terasa memprihatinkan, dr Maxi tetap menyampaikan harapan yang positif. Ia menjelaskan bahwa peluang kesembuhan Yati masih terbuka lebar apabila pengobatan dapat dilanjutkan secara berkesinambungan dan sesuai dengan anjuran dokter. “Harapannya, pengobatan bisa dilanjutkan karena peluang untuk sembuh masih cukup besar. Yang dibutuhkan adalah dukungan dan akses yang memadai untuk perawatan medis yang berkelanjutan,” tegas dr Maxi. Ia juga menambahkan bahwa ia siap memberikan bantuan tambahan, baik dalam bentuk layanan medis di kliniknya maupun dukungan untuk mengakses perawatan di rumah sakit yang lebih spesialis jika diperlukan.

Sementara itu, Ahmad, suami Yati, yang telah setia menemani dan merawat istri sejak penyakit itu muncul, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh dr Maxi. Wajah Ahmad yang selama ini dipenuhi kekhawatiran tampak sedikit mereda setelah mendapatkan bantuan dan harapan baru dari mantan kadinkes tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan bantuan yang telah diberikan. Semoga istri saya bisa segera sembuh dan kembali menjalani kehidupan seperti biasa,” ujar Ahmad dengan nada suara yang tertekan tetapi penuh harapan.

Ahmad juga mengungkapkan bahwa keluarga mereka telah menghadapi kesulitan finansial untuk membiayai pengobatan Yati selama ini. Oleh karena itu, bantuan yang diberikan dr Maxi bukan hanya membantu kondisi kesehatan Yati, tetapi juga meringankan beban ekonomi keluarga. Ia berharap bahwa kepedulian dr Maxi dapat menjadi awal bagi munculnya dukungan dari pihak lain, baik dari pemerintah daerah maupun masyarakat umum, untuk membantu Yati dan warga lain yang sedang mengalami kesulitan serupa.

Kegiatan bantuan kemanusiaan yang dilakukan dr Maxi ini juga mendapatkan perhatian dari warga sekitar Desa Binong. Banyak tetangga yang datang untuk menyaksikan dan memberikan dukungan kepada Yati dan keluarganya. Mereka menyatakan bahwa tindakan dr Maxi adalah contoh kepemimpinan yang baik dan kepedulian terhadap sesama yang harus ditiru. “Kami bangga memiliki tokoh seperti dr Maxi yang tidak lupa dengan warga yang membutuhkan. Semoga tindakannya menjadi teladan bagi banyak orang,” ujar salah satu warga Desa Binong.

Sebagai mantan kepala dinas kesehatan, dr Maxi menekankan bahwa kepedulian terhadap kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama. Ia berharap bahwa insiden ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dan memberikan dukungan kepada mereka yang sedang mengalami kesulitan. “Kesehatan adalah harta paling berharga. Kita tidak boleh melihat sesama yang sedang menderita tanpa melakukan apapun. Semua orang berhak mendapatkan perawatan medis yang layak, dan kita semua bisa berkontribusi untuk membuatnya terwujud,” tutup dr Maxi sebelum kembali ke kliniknya.

Dengan bantuan yang diberikan dr Maxi, Yati dan keluarganya kini memiliki harapan baru untuk melanjutkan pengobatan. Semoga dengan perawatan yang berkelanjutan dan dukungan dari berbagai pihak, Yati dapat segera sembuh dan kembali menjalani kehidupan yang penuh makna bersama keluarga dan orang tersayang.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *