Februari 10, 2026
Beranda » Pemkab Karawang Bersama Disdikpora Berangkatkan 50 Pelajar SMP Untuk Mengikuti Program Bela Negara

Pemkab Karawang Bersama Disdikpora Berangkatkan 50 Pelajar SMP Untuk Mengikuti Program Bela Negara

0
IMG_20251208_004351

Teraktual.co.id | Karawang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) resmi memberangkatkan 50 pelajar jenjang SMP untuk mengikuti Program Pendidikan Bela Negara di Resimen Latihan dan Pertempuran (Menlatpur) Kostrad Sanggabuana, Karawang, Minggu (7/12/2025).

Pelepasan peserta dilakukan di Plaza Pemda Karawang dan dipimpin langsung oleh Bupati Karawang, Aep Syaepuloh. Program pembinaan ini dilaksanakan selama satu minggu dengan fokus pada peningkatan karakter, kedisiplinan, dan wawasan kebangsaan siswa.

Bupati Aep menyampaikan bahwa ke-50 peserta berasal dari 42 sekolah menengah pertama di Karawang, terdiri dari 47 siswa dan 3 siswi. Para peserta terpilih melalui proses evaluasi oleh guru Bimbingan Konseling, wali kelas, serta kepala sekolah terhadap catatan kedisiplinan dan perilaku siswa.

Aep menjelaskan upaya pembinaan tidak hanya fokus pada disiplin dan bela negara, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan dan kerohanian. Dinas kesehatan dilibatkan untuk memberikan edukasi mengenai bahaya obat-obatan, mengingat sebagian peserta sebelumnya sempat terpapar obat keras tertentu.

“MUI juga kita libatkan untuk pendidikan kerohanian, dimana para siswa dididik secara spiritual untuk lebih memahami dampak terkait dengan kegiatan negatif yang mereka lakukan. Bagaimana cara berbakti kepada orang tua dan lainnya,” lanjutnya, dilansir dari Detik.com.

Seluruh peserta yang diberangkatkan merupakan hasil evaluasi sekolah selama lima bulan terakhir. Mereka diketahui memiliki riwayat kenakalan remaja seperti tawuran, penggunaan obat keras tertentu (OKT), bolos sekolah, hingga perundungan. Dari evaluasi tersebut pula muncul tiga siswi yang masuk kategori perlu pembinaan intensif.

“Ini tentu hasil evaluasi pihak sekolah selama 5 bulan terakhir yah, mereka yang memang sering tidak masuk sekolah, terlibat tawuran, pem-bully-an, dan mengkonsumsi obat keras tertentu, makanya ada 3 diantaranya merupakan siswi,” ungkap Aep.

Menariknya, Aep juga memberangkatkan satu siswa berprestasi yang dinilai mampu menjadi teladan. Siswa tersebut dikenal disiplin, hidup sederhana meski berasal dari keluarga mampu, dan selama ini kerap menjadi panutan bagi teman-temannya. Kehadirannya di program bela negara diharapkan dapat menjadi agen perubahan ketika kembali ke lingkungan sekolah.

“Ini memang tugasnya nanti menjadi agen perubahan si sekolahnya maupun murid lain secara umum, karena prinsipnya bela negara ini juga pendidikan yang positif yang harusnya dirasakan semua siswa,” paparnya.

Melalui kegiatan pendidikan bela negara ini, Aep berharap terjadi perubahan karakter yang signifikan pada para peserta. Program tersebut diharapkan mampu menekan angka kenakalan remaja dan menciptakan situasi belajar yang lebih kondusif di sekolah.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *